alcove
welcome to my labyrinth..
ENJOY!!
another safehouse
the amateur
tY
female
the loves
Literary, Movies, Art, Photography, Music, Avant Garde, Something Called "freedom" and "time", Hujan, SENJA-SENJA-SENJA!, Ice cream, Coffe (not too sweet please..), Kevin Spacey, Tidur di bis, SOAD, Radiohead, Rock n Roll Mafia, Bjork, Sartre, Ke tempat asing sendirian sambil ngeliatin orang2 yang nggak kenal sama gwe, chasing the sunset in Jatinangor (maksudnya lari sore gitu...),Masuk keluar supermarket tanpa harus membeli apa-apa (it's fun! u should try it sometimes), ngayal, ngupil, dan....NYUCI!!!!hehe
the dislikes
hmmmmm, dont know :/
blog
Monday, March 05, 2007
Sore itu kau datang dengan semburat bosan di rautmu. Lama tak bersua, rambutmu bertambah panjang dan ikal. Jenggotmu pun sedikit bertambah lebat. Aku bertanya, "ada apa?". Kau diam. Tapi tak lama. Setengah jam cukup untuk membuat bibirmu memuntahkan uneg-uneg. "Ti,,tolong gua..." lirih kau berkata sembari rebah. Sebuah ucapan yang cukup canggung kudengar. Biasanya aku yang meminta pertolonganmu. Hampir selalu. Saat butuh pekerjaan. Butuh aktivitas. Butuh teman diskusi. Butuh bantuan mengerjakan tugas, baik akademis maupun non akademis. Butuh sopir untuk mengantarku ke sebuah tempat. Butuh tempat bercerita. Butuh seseorang untuk kumaki, kupukul saat kesal. Butuh lelucon yang terkadang garing tapi manjur membuatku tertawa saat suntuk. Butuh mengirimkan puisi menghabiskan bonus sms gratis. Butuh uang. Butuh pintu membawa imaji ke realita.Dan kita berbincang. Kau sedang jengah atas banyak kegiatan dan peranan yang kau lakoni. Kau jengah dimintai ini-itu oleh orang-orang sekeliling. Kau jengah dibutuhkan sedangkan dirimu memiliki kebutuhan. Kau jengah menjadi kritikus. Saat senja datang dan aku ingin beranjak dari tempatnya, kau mencegah. Ternyata kau masih butuh bercerita. Aku menurut. Dua jam kemudian kita habiskan di kamarmu bersama kopi, rokok, listrik yang tak stabil, tawa, puisi, dan melukis sketsa. Sebelum mengantarku pulang masih kurasakan gundah itu, meski sudah berkurang..
Ah, mengapa masih saja kau berkata seolah tak ada yang memedulikanmu? Seolah aku tak cukup tulus untuk mendengarkanmu berkeluh kesah kala lelah? Kau seorang teman yang berharga. Dan aku tak terlalu dungu untuk mengerti tata cara membalas perlakuan baik yang kau berikan. Duh kawan,,kau itu tidak hanya dianggap ada saat kebutuhan mendesak. Maaf jika aku terlalu banyak meminta. Maaf jika aku kerap merepotkan. Mari piknik seperti yang waktu itu aku usulkan saat aku terbaring sakit. Tak usah ada taplak kotak-kotak. Cukup rumput hijau. Dengan kudapan seadanya. Dan udara segar. Dan kisah-kisahmu. Dan mimpi-mimpimu. Sepanjang hari, sambil menanti senja yang sama-sama kita suka..
"cepatlah kembali baik..pakai ganja saja ya bodoh..?? itu lebih baik ketimbang alkohol.."