alcove
welcome to my labyrinth..
ENJOY!!
another safehouse
the amateur
tY
female
the loves
Literary, Movies, Art, Photography, Music, Avant Garde, Something Called "freedom" and "time", Hujan, SENJA-SENJA-SENJA!, Ice cream, Coffe (not too sweet please..), Kevin Spacey, Tidur di bis, SOAD, Radiohead, Rock n Roll Mafia, Bjork, Sartre, Ke tempat asing sendirian sambil ngeliatin orang2 yang nggak kenal sama gwe, chasing the sunset in Jatinangor (maksudnya lari sore gitu...),Masuk keluar supermarket tanpa harus membeli apa-apa (it's fun! u should try it sometimes), ngayal, ngupil, dan....NYUCI!!!!hehe
the dislikes
hmmmmm, dont know :/
blog
Monday, February 26, 2007
MALING?Di satu hari yang melelahkan dan membosankan,,,aku membuka blog salah satu temanku,,seorang perempuan cerdas, menyenangkan, blak-blakan, unik, dan tentu saja, baik.. Aku selalu menikmati tulisannya..Hal2 pribadi di dirinya bisa diceritakan dengan begitu apik dan tidak membosankan, tapi tidak dangkal..
Ini salah satu tulisannya,,,yang entah kenapa begitu berkesan di diriku dan menjadi hal yang untungnya kutemui di hari yang dipenuhi taik ini..
:
Apa Ini? Aku tak tau apa yang ada sekarang ini. Ntah mau menangis, ntah mau mencaci, ntah mau berteriak pada siapa. Ntah. Tapi toh yang aku lakukan hanya terdiam. Lagi-lagi. Sudah beberapa hari aku kembali berada di Bandung, kembali menjadi anak kuliahan dan lagi-lagi bertemu dosen-dosen dan bahan kuliah. Bertemu teman-teman kuliah dan orang-orang rumah. Tapi tak sekalipun aku bertemu teman-teman lamaku. Orang-orang yang biasanya menemani nonton ke bioskop, membeli buku, berbelanja, atau sekedar mengitari kota menghilangkan kebosanan. Kenapa? Karena tak terpaksa. Karena tak ada yang harus aku lakukan bersama mereka. Dan karena aku takut bertemu mereka. Takut? Iya, takut. Takut berbagi cerita, takut bertukar sapa, takut bertanya kabar. Aku ini berbeda dari mereka. Aku perempuan, sangat suka membaca, tertarik pada film-film aneh, punya pandangan sendiri terhadap masalah yang ada, dan terkadang suka membahas masalah "berat". Aku perempuan, tak percaya agama, tak suka sinetron dan film seri korea, berkata kotor tanpa hambatan, bersumpah serapah dengan bebas, tak percaya pada perkawinan. Aku perempuan, membicarakan masalah keluarga dengan tenang, menertawakan lelucon tak lucu, menertawakan semua situasi dan benci dengan aksi pura-pura bodoh. Aku ini pengaruh buruk buat mereka. Mereka perempuan, lembut, halus, bermimpi menikah dan punya anak, kondisi akademis cukup memuaskan, punya pacar, rajin beribadah. Mereka perempuan, punya rahasia, tak pandai berbohong, sensitif. Aku ini pengaruh buruk buat mereka. Ah! Lagipula, ntah kenapa mood aku lagi sangat jelek. Sangat jelek. Seorang teman lama menyapa di ym, dan aku hanya menanggapi seperlunya, bahkan dengan kasar. Karena aku sungguh malas untuk berinteraksi, untuk mengobrol ringan. Aku takut bila bertemu teman-teman lamaku yang lain, aku pun hanya akan menanggapi mereka dengan kasar. Padahal tadi aku sudah berjalan kaki cukup jauh, di bawah hujan pula. Tapi kenapa perasaan hati ini tak juga membaik? Tak ada yang kurindukan, tak ada yang menyinggung perasaan, tak ada yang melakukan kesalahan. Tapi tetap saja, perasaanku sedang tak enak. Bukan sekedar datar, tapi ada sedikit kekesalan yang bersembunyi di pojok hati. Ntah pada siapa atau apa. Tapi kesal itu ada. Ingin menangis, ingin memaki, ingin berteriak. Tapi tak tau tentang apa, dan lebih lagi, tak tau pada siapa. Ini bukan bosan. Ini perasaan baru yang asing. Asing dan tak menyenangkan. Apa ini?
Ada kalimatnya yang membuatku lebih menemukan kesamaan di antara kami. Aku juga perempuan, aku juga sangat suka membaca, tertarik pada film-film (dan hal-hal) aneh, punya pandangan sendiri terhadap masalah yang ada, dan terkadang suka membahas masalah "berat". meski percaya agama, tapi aku tetap tak suka sinetron, berkata kotor tanpa hambatan (dan merasa lega), bersumpah serapah dengan bebas, mempertanyakan institusi bernama pernikahan meski tak ada role model cerai..
Tapi kesamaan paling nyata dan baru adalah perasaan yang ia rasakan sekarang dan mulai ia pertanyakan. Kukira perasaan itu hanya menimpaku,,tapi nyatanya tidak.. Entah harus bersyukur karena akhirnya ada yang merasa seperti itu,,atau justru kecewa karena perasaan,,atau apalah itu,,menimpa orang seistimewa temanku itu..Aku sendiri belum menemukan istilah untuk perasaan kompleks yang memang tidak menyenangan itu..Sampai sekarang perasaan itu kerap mengendap-endap seperti maling,,dan aku benci itu...
Maling,,ya,,maling! Karena ia mengambil banyak hal tanpa seijinku. Mengambil konsentrasi. Mengambil perasaan lega. Mengambil beberapa persen dari tawa. Mengambil kepercayaan. Mengambil nyaman. Mengambil tenang. Mengambil keagnostikan yang kupupuk. Mengambil banyak,,,terkadang rakus,,lalu mengambil lebih banyak lagi,,terlalu banyak...Terlalu banyak..Terlalu banyak..