the amateur
tY
female
the loves
Literary, Movies, Art, Photography, Music, Avant Garde, Something Called "freedom" and "time", Hujan, SENJA-SENJA-SENJA!, Ice cream, Coffe (not too sweet please..), Kevin Spacey, Tidur di bis, SOAD, Radiohead, Rock n Roll Mafia, Bjork, Sartre, Ke tempat asing sendirian sambil ngeliatin orang2 yang nggak kenal sama gwe, chasing the sunset in Jatinangor (maksudnya lari sore gitu...),Masuk keluar supermarket tanpa harus membeli apa-apa (it's fun! u should try it sometimes), ngayal, ngupil, dan....NYUCI!!!!hehe
the dislikes
hmmmmm, dont know :/
blog
Saturday, January 13, 2007
TENTANG MENJADI DIRI SENDIRISms itu mampir ke inbox ku tepat pukul 03.00. Mataku masih digayuti kantuk yang membuatku enggan berpisah dengan tempat tidur. Dari seorang teman baru. Seorang pria yang kerap membuatku tergelak karena kelakuan dan kata2nya yang konyol, membuatku dongkol karena ejekannya yang tidak bisa kubalas, dan membuatku berpikir karena pemikirannya yang nyeleneh tapi lugas dan nyata..
Ia menanyakan kehadiranku yang semakin jarang di jagat maya. Kami bertemu hanya dua kali di dunia nyata. Selebihnya, bertukar kabar, tawa serta hinaan lewat ponsel dan chatting. Ia tipikal orang yang tak segan mengajak ngobrol terlebih dulu. Seperti tak peduli dianggap sok kenal sok dekat. Seperti buku terbuka, mungkin, yang bebas dibaca, ditambahi kata-kata, atau diberikan kepada seorang yang lain untuk dibaca karena isinya berbeda dan jenaka.
Aku membalas smsnya siang hari, dalam perjalanan menemui seorang teman. Tiba-tiba, sosok dengan deretan anting di telinga kirinya itu menulis, "udahlah,,jadi diri sendiri aja,,pasrah aja laaahh,," ketika aku berkata aku ingin memakai kawat gigi karena dengan struktur gigi seperti ini, lidahku sering tergigit dan tidak nyaman,,,yah,,,sedikit tonggos juga,,hehehe.
Aku sedikit tidak setuju dengan kata-katanya tentang menjadi diri sendiri. Aku seperti menangkap maksud bahwa ia mempersepsi tujuanku memasang kawat gigi hanya untuk alasan kecantikan dan menjelma menjadi perempuan bodoh yang hanya peduli masalah penampilan, tidak yang lain. Maksudku, hey! Bukankah semua orang ingin menjadi lebih baik..? Dan aku lebih mengkhawatirkan masalah kesehatan.. Menurutku tidak ada sangkut paut antara kepribadian ku yang sesungguhnya dengan kawat gigi..
Kalau maksud ia "tidak menjadi diri sendiri" karena memakai aksesoris tambahan, itu menambah daftar keherananku.. Toh ia sendiri memiliki banyak atribut untuk menunjang identitasnya sebagai anak punk. Berdasarkan dokumentasi pribadinya pun, ia jauh lebih sering bereksperimen dengan dandanan ketimbang aku..
Tapi kalau alasan ia melontarkan kalimat itu karena sms ku yang sebelumnya berisi, "kata dokter, gigi gua rapi,,tapi,,sedikit tonggos," dan karena itu ia menganggap aku memasang kawat gigi hanya untuk dilihat baik orang lain, cukup bisa dimaklumi..
Hanya saja, kemudian terlintas lagi di benak ku, bukankah setiap inividu tak pernah lepas dari penilaian orang lain,, dan meski sedikit, penilaian yang orang lain berikan (terkadang) tanpa kita sardari, membuat kita memilih keputusan yang setidaknya, berkompromi dengan batas kenyamanan mereka? Aku teringat ia pernah berkata salah satu alasannya tetap berkuliah adalah menyenangkan hati ibundanya, timbal balik hubungan orangtua-anak..(manis banget yah si anak punk ini?! haha).. Nah, itu kan bentuk kompromi yang ia lakukan pula.. Tapi itu tidak menjadikan aku melihatnya memecah kepribadiannya atau bahkan seperti bunglon yang warnanya selalu berubah-ubah..
Ah, entahlah,, aku belum berbincang dengan dia lagi.. Mungkin nanti, kapan-kapan, kalau kami memasuki chat room di saat yang bersamaan dan ingat serta ingin membahas ini lebih lanjut, semuany akan jadi lebih jelas..