the amateur
tY
female
the loves
Literary, Movies, Art, Photography, Music, Avant Garde, Something Called "freedom" and "time", Hujan, SENJA-SENJA-SENJA!, Ice cream, Coffe (not too sweet please..), Kevin Spacey, Tidur di bis, SOAD, Radiohead, Rock n Roll Mafia, Bjork, Sartre, Ke tempat asing sendirian sambil ngeliatin orang2 yang nggak kenal sama gwe, chasing the sunset in Jatinangor (maksudnya lari sore gitu...),Masuk keluar supermarket tanpa harus membeli apa-apa (it's fun! u should try it sometimes), ngayal, ngupil, dan....NYUCI!!!!hehe
the dislikes
hmmmmm, dont know :/
blog
Tuesday, January 02, 2007
Kerap terlintas di benakku, untuk apa sih orang-orang merayakan pergantian tahun dengan sukacita? Yah, minimal bakar2an lah...Kemarin aku mencoba menjawabnya lagi dengan ikut temanku, dinda, yang membuat acara barbequean di rumahnya, bersama kakak2nya dan teman2nya. Mereka orang2 yang ramah dan hangat. Mereka semua dari Medan. Mereka humoris dan menyenangkan. Aku termasuk orang baru, tapi tak sedikitpun aku merasa tak diacuhkan.
Tengah malam pun datang, dan semua saling mengucap resolusi untuk tahun 2007 dan membuang hal-hal buruk di tahun 2006 untuk kenangan semata. Aku mencoba mengingat tahun 2006. Tahun yang berwarna. Tak sepenuhnya buruk, tak sepenuhnya baik. Cukup berimbang. Aku bertemu orang-orang baru dan berjumpa kawan-kawan lama. Mandeg di beberapa proyek, namun mendapatkan beberapa proyek baru meskipun kecil. Aku menangis lagi, (akhirnya, setelah sekian lama), tapi tetap tertawa kencang seperti biasanya. Aku jatuh suka, aku patah hati. Yang satu 3 bulan, yang lain 3 tahun. Aku lebih dekat dengan ibuku dan lebih terbuka, namun sempat berjarak dengan bapak (walau menjadi semakin dekat lagi setelah kunjungan nya kemarin). Aku menemukan cara bagaimana menakar rasa suka. Aku jadi lebih peka (yah, sedikit). Aku semakin menyadari pentingnya bisa bertahan sendiri (meski kata sahabatku Lia kata "bertahan" lebih terdengar seperti suatu kondisi keterpaksaan ketika ga ada lagi yg bisadi perbuat, karena pada saat itu semuanya telah menjadi terlalu terlambat, sangat terlambat). Banyak hal yang seharusnya, merujuk istilah dinda "tutup buku". Dan ya! Aku setuju, aku tutup buku mengejar sosok itu. Meski kata Dinda, aku belum sepenuhnya berusaha jadi jangan berhenti dulu,, tapi, aku memilih berhenti, enggan rehat. Aku harus mengucapkan selamat tinggal. Menyimpannya di peti mati lalu menguburnya dalam-dalam. Menancapkan batu nisan agar aku ingat rasa itu telah mangkat..
Benar kata The Cure. I just can't stay here every yesterday like keep on acting out the same the way we act out. Satu-satunya yang pasti adalah ketidakpastian, dan satu-satunya yang abadi di muka bumi ini adalah perubahan. Perubahan yang dimotori oleh waktu..
Dan setelah semua itu, muncullah beberapa target untuk tahun ini :
1. Menghentikan 2 kebiasaan buruk yang tidak ingin aku definisikan. (Mengutip useng, "kalo mau berhenti jangan bilang-bilang. Kalau nggak kesampaian, malu)
2. Mengerjakan dengan serius jalan menuju mimpi2 besarku. Lebih terfokus tentu
3. Job cetak-elektronik dan dapat job profesional (amiiiiiin)
4. Meminimalisir merepotkan orang-orang disekitarku (terutama emak-bapak,chandra, ipeh, lia, martha, deris, upil, togar, cemong, mimit, alin, ime, astri)
5. Pasang bracket fix!
6. Lebih rajin dan teratur ngeberesin kamar dan kuliah.
7. Keep putting smile upon my face, whether it's fake, to cover wound inside, or not.
Setelah malam itu, dan sms dari 2 teman dekat di RSJ, aku menyimpulkan, tahun baru hanyalah simbol, laik kondom dalam dompetku... Manusia butuh momentum untuk membuatnya lebih bersemangat. Butuh batas dari apa yang mereka ciptakan dan beri nama "waktu". Bukankah tiap detik adalah masa yang baru? Dan daftar resolusi bisa bertambah kapanpun kita mau.. Hanya agar tak lupa, itu saja...
Selamat (kan) tahun baru semua!