blog
Thursday, August 31, 2006
31.08.2006
Thursday
00.11
CURHAD MODE : ONenter the hiatus...Ini secangkir kopi pertama yang saya reguk hari ini.. Sebenarnya ingin tidur setelah hampir sejam terkantuk-kantuk (dan kesal kepada sopir syalan angkod caheum-leunyi yang minta ongkos melebihi aturan!huh!taik kucing!) dalam perjalanan pulang menjelajahi Bandung bersama salah satu sobat saya, si Padang Cabul. Ga tau kenapa tiba-tiba ingin menulis tentang pemikiran (tsaaaah...sok filsuf lo ty..) saya perihal kata-kata salah satu sobat saya yang lain..Gadis Kabut
Saat itu masih dalam suasana KKN, kami berbincang tentang hubungan dalam konteks perempuan-laki-laki..Biasalaah, menyangkut urusan perasaan dan komitmen... Tiba-tiba perempuan mungil yang amat saya sayangi itu berkata, "jangan mainin perasaan orang kaya gitu dong ti.. Kenapa ngabur mulu sih? Sakit tau.." dengan mimik serius...Yah, kata-katanya tidak tepat strukturnya seperti itu mungkin, tapi mendekati..Maklum, saya tidak merekam sehingga tidak ada bukti validnya..
Saya kemudian, seperti biasanya jika saya belum berhasil menemukan kata-kata untuk diungkapkan, hanya tertawa.. Setelah menemukan sesuatu untuk diucapkan, saya bilang, sembari masih tersenyum geli (campur heran), "hah? maenin gimana? gua gitu? sok kecakepan banget? maksud lo maenin cowo? ga ngerti gua..." Lalu ia menjelaskan perkataannya. Katanya saya kerap bermain-main dengan urusan hati.. Terkadang main api...Dan seperti modus operandi saya yang lain, tarik-ulur-kabur.. Menganggap semuanya cuma senang-senang, lalu lewat seperti tidak ada apa-apa.. Ia mengingatkan beberapa nama.. Kemudian saya, dengan masih tersenyum, hanya saja kali ini canggung, berkata, "gua nggak bermaksud maenin..gua cuma bermain-main, seneng-seneng. beda kan artinya, maenin sama ngajak maen..?gua nggak pernah nganggep siapapun objek.."..Dan ia hanya mengedikkan bahu dan memperingatkan jangan sampai menyakiti siapapun yang saya ajak bermain-main itu..
Di lain kesempatan dan beda tempat, dua sobat saya yang lain, si Pencari Vitriol dan Abang Besar pernah berkata bahwa saya tipikal player.. Suka maen api (again..!).. Kisah saya bersama sederet nama-nama selalu putus di tengah jalan. Usai ketika saya dan orang itu mulai dekat..
Sobat saya yang lain, Perempuan Labirin, bahkan pernah bertanya kepada saya, "kenapa takut sih ti? Apa yang membuat lo terus lari?" Saat itu saya menjawab, "ga tau ya..mungkin gua takut sakit aja..Selalu ada kemungkinan, yang baik dan buruk..Dan gua ga mau bertemu yang buruk..Paranoid mungkin, tapi membentengi gua dari rasa sakit.."..
Well...I only got one heart, don't want it to be broken..
Sobat saya yang lain, si Hujan, justru membuat kesimpulan lain, mungkin sikap saya disebabkan karena kisah pertama saya dengan seseorang belum selesai.. Saya masih membutuhkan jawaban dengan satu sosok yang mungkin tanpa saya sadari sudah bertahun-tahun bercokol di pikiran saya..Sebenarnya analisis ini keluar ketika kami sedang berdiskusi tentang kisahnya, bukan kisah saya.. Cuma biasalaaahhh, selalu ngerembet kemana-mana..
Dan akhirnya saya memikirkan ulang semua perkataan sobat2 saya.. Perkataan mereka semua benar adanya, dan itu membuat saya gerah (kipasan atuh neeeng).. Prediksi mereka tepat.. Dan itu membuat saya merasa seperti seluruh buku harian saya tamat dibaca, setiap kata.. Saya seperti tidak memiliki harta pribadi lagi... Seperti ditentukan kepastian tentang langkah yang akan diambil..Sial! Bangkrudh euy! Agak sakit.. Apa ini ciri jelas orang introvert? Ah, ga tau lah.. Akhir2 ini saya menjadi terlalu eksibis dengan perasaan saya...Terlalu sering curhad ga jelas, ngelantur (makanya cari kesibukan, biar ga ngebrel ga tentu arah!)
Tapi ya sudah, tuntaskan saja di tulisan ini..
Kemudian saya teringat panutan saya, Aki Pagi, menasehati saya bahwa hidup berjalan maju..Hidup adalah banyak hal, dan sakit salah satunya..Kalau takut sakit berarti takut hidup..Tapi ia juga bilang hidup itu seperti sirkus keliling..Harus bisa berakrobat sebaik mungkin... Karena itu mungkin ia sempat meninggalkan saya tanpa kabar(?)..Untuk mengajarkan bahwa jalan hidup tak bisa diprediksi.. Kemudian kembali lagi dengan kabar bahwa ia menikah dengan perempuan yang baru ia temui beberapa kali? SHIT! Sosok bebas itu seperti mencoba berkata bahwa cukup banyak alasan rasional untuk melakukan sesuatu tanpa perlu digayuti ketakutan-ketakutan di masa depan.. Itulah yang memperkuat kebebasan yang ia jalani.. Berani terikat di institusi bernama pernikahan karena ia merasa sudah saatnya ia berkomitmen dan ia bebas menentukan dengan siapa ia akan beranak-pinak..
Kala itu saya sedih.. Saya seperti ditinggalkan olehnya (lagi)..Ia masih bertukar kabar dengan saya sampai sekarang..Masih bercerita, bahkan menggoda saya dan menawari saya menjadi selingkuhannya, hehehe, dasar sinting! (tapi boleh juga lah...huahaha)Saat berkirim pesan pendek dengannya, tersebutlah satu sosok.. Yang bertahun-tahun lalu amat dekat dengan saya..
Entah, mengingat dia seperti memutar ulang film rusak karena terlalu sering ditonton...Jadi tidak jelas perkataannya, gambar mengabur, tersendat, loncat-loncat.. Jika waktu dulu saya menjawab pertanyaan dia dengan serius, dengan jujur, mungkin saya bisa mengenalnya lebih jauh..Mungkin saya masih bersamanya sekarang...Mungkin ia bisa lebih mengenal saya.. Mungkin kami bisa saling menolong mengatasi paranoia kami masing-masing yang mungkin sama.. Mungkin saya tidak akan membuat kemungkinan-kemungkinan yang tampak menyedihkan ini..
Tapi mungkin saya saja yang terlalu tenggelam dalam bioskop film rusak itu? Mungkin saja ia benar-benar sudah lupa akan pertanyaannya kali itu.. Mungkin saja saat ia bertanya itu ia sedang mabuk.. Mungkin saja sekarang ia menertawai kebodohannya di masa lalu.. Mungkin sekarang ia sedang terlelap, sendirian, atau bersama seseorang yang lain...
Hmph..terlalu banyak kemungkinan.. Mungkin ia alasan mengapa saya takut sekarang...Dan saya sepertinya harus membuat kemungkinan yang paling rasional untuk bisa saya jalani sekarang : saya untuk sementara ini log off dulu dari bermain-main! Persetan dulu lah dengan komitmen.. Biar sajalah dibilang pengecut, toh memang masih takut.. Biar sajalah dibilang bajingan, toh memang saya mengecewakan.. Saya sedang sedikit capek diprediksi, dibaca.. Seperti dihakimi, divonis.. Eksistensi saya terganggu..
Karena untuk itulah feature comment saya hiatuskan sementara waktu.. Sepertinya tidak akan ada yang merasa kehilangan kecuali My John McCage, satu2nya yang rajin ngajak gelut lewat analisisnya, dan suka marah2 kalo ga bisa koment (lewat FS aja yah maaass..Kadang2 kamu tendensius sih yaaangg...)
Yasudahlah, saya harus mengistirahatkan mata saya.. Mengejar mimpi dini hari, siapa tahu menemukan sesuatu di alam bawah sadar saya yang bisa menginspirasi saya untuk mengejar mimpi2 yang tertunda beberapa bulan ini..
Sembari mendengarkan strange glue Catatonia yang akhir2 ini menjelma menjadi soundtrack saya..
"And if I cannot sleep for the secrets I keep
It's the price I'm willing to meet
The end of the night never comes too quickly for me
----------------------------------------
So please leave me alone with no saviour
I will sleep safe and sound with nobody around me
When faced with my demons
I clothe them and feed them
And I'll smile, yes I'll smile"