alcove
welcome to my labyrinth..
ENJOY!!
another safehouse
the amateur
tY
female
the loves
Literary, Movies, Art, Photography, Music, Avant Garde, Something Called "freedom" and "time", Hujan, SENJA-SENJA-SENJA!, Ice cream, Coffe (not too sweet please..), Kevin Spacey, Tidur di bis, SOAD, Radiohead, Rock n Roll Mafia, Bjork, Sartre, Ke tempat asing sendirian sambil ngeliatin orang2 yang nggak kenal sama gwe, chasing the sunset in Jatinangor (maksudnya lari sore gitu...),Masuk keluar supermarket tanpa harus membeli apa-apa (it's fun! u should try it sometimes), ngayal, ngupil, dan....NYUCI!!!!hehe
the dislikes
hmmmmm, dont know :/
blog
Monday, July 17, 2006
Detik TerakhirMemang mencolong judul filmnya Cornelia Agatha. Film yang sebenarnya bisa sebagus Lock, Stock, and Two Smoking Barrels, wohoho, hiperbolis, beda kallleeeee...hehehe
Maksud saya film yang sebenarnya bagus dari segi tema, tapi, lagi-lagi pengemasannya masih kurang....ga tau bermaksud minimalis atau minimales....hehehe (mengkritik meskipun bukan kritikus film)
Tokoh yang paling menarik perhatian (dan memang dijadikan center) adalah Regi, tokoh yang dimainkan Cornelia Agatha di Film detik terakhir..
Ia seseorang yang mencoba lari dari masalah di dunia dengan drugs.. Saya jadi teringat liputan penelitian di sebuah majalah yang mengatakan sebenarnya otak kita bisa menghasilkan zat halusinogen yang membuat kita merasa bahagia, fly.. Narkoba hanya meminjamnya.. Ralat, mengambil seizin si pemilik otak..
Ada satu kalimat di film tersebut yang membuat saya merepresentasikan pencarian para junkie lewat narkoba, "Kebahagiaan itu milik Tuhan, dan Ia yang memutuskan pada siapa akan Ia kasih"..
Mereka mencari kebahagian. Ingin tertawa, setidaknya tersenyum. Tidak murung... Orang tanpa masalah pun bisa menjadi user karena ingin mewarnai hidupnya yang hampa. Miris, menyaksikan hal seperti itu.. Sepi.. Mungkin itu yang mereka rasakan.. Sepi yang bikin bingung..Bingung mau ngapain... Stagnan, bagitu banyak ketidakmengertian untuk memaknai hidup.. Begitu sulit menemukan alasan dan tujuan hidup..
Saya bukannya tidak pernah merasa seperti itu... Sering dan masih malah.. Tapi ada satu lagu dari Pearl Jam yang membuat saya sadar, saya harus menghargai dan memanfaatkan hidup saya yang mungkin hanya ini saja, sekali saja, tak bisa terulang, judulnya I am Mine..
The selfish, they're all standing in lineFaithing and hoping to buy themselves timeMe, I figure as each breath goes byI only own my mindThe North is to South what the clock is to timeThere's east and there's west and there's everywhere lifeI know I was born and I know that I'll dieThe in between is mineI am mine
And the feeling, it gets left behindAll the innocence lost at one timeSignificant, behind the eyesThere's no need to hideWe're safe tonightThe ocean is full 'cause everyone's cryingThe full moon is looking for friends at hightideThe sorrow grows bigger when the sorrow's deniedI only know my mindI am mineAnd the meaning, it gets left behindAll the innocents lost at one timeSignificant, behind the eyesThere's no need to hideWe're safe tonightAnd the feelings that get left behindAll the innocents broken with liesSignificance, between the lines(We may need to hide)And the meanings that get left behindAll the innocents lost at one timeWe're all different behind the eyesThere's no need to hideYa, benar, I am mine. Saya dilahirkan dan saya tahu saya akan mati. Diantaranya adalah milik saya sepenuhnya, dan kita semua berbeda dan bebas dalam memaknainya, mempergunakan dan BERTANGGUNGJAWAB terhadapnya, sampai detik terakhir...