alcove
welcome to my labyrinth..
ENJOY!!
another safehouse
the amateur
tY
female
the loves
Literary, Movies, Art, Photography, Music, Avant Garde, Something Called "freedom" and "time", Hujan, SENJA-SENJA-SENJA!, Ice cream, Coffe (not too sweet please..), Kevin Spacey, Tidur di bis, SOAD, Radiohead, Rock n Roll Mafia, Bjork, Sartre, Ke tempat asing sendirian sambil ngeliatin orang2 yang nggak kenal sama gwe, chasing the sunset in Jatinangor (maksudnya lari sore gitu...),Masuk keluar supermarket tanpa harus membeli apa-apa (it's fun! u should try it sometimes), ngayal, ngupil, dan....NYUCI!!!!hehe
the dislikes
hmmmmm, dont know :/
blog
Thursday, May 25, 2006
dari perbincangan dengan perempuan dalam tubuh laki-laki
Saya teringat sebuah pertemuan saya dengan dua orang waria untuk keperluan liputan dulu..Yah, yang satu sih belum bertransformasi seperti yang satu lagi, belum ada penambahan bagian tubuh manapun...tapi yang pasti dia nggak suka sama kaum perempuan, haha. Tapi mereka berdua sangat ramah...
Mereka lucu deh, polos...ceriwis, terbuka, dan dibumbui sedikit curhat mereka...Pas udah selesai wawancara, saya ngobrol2 dikit sama mereka. Mereka dengan bebasnya bercerita tentang kehidupan malam mereka. Mereka, meskipun sering nongkrong di warung, mengaku nggak pernah mangkal alias melayani siapapun yang berani membayar mereka. Mereka mengaku banci baik2 lho, hehehe, mungkin mereka nggak enak ya ama saya pas mau ngomong perempuan baik2...
Saya jadi inget Ally Mcbeal...Kenapa?Karena salah satu waria, sebut saja Mawar yang punya salon dan pekerjaannya merias pengantin juga tiba2 pas ngobrol ngomong, "ya, gini deh, ngeriasin pengantin perempuannya, kalo saya mah, tau kapan diriasnya buat begituan...kapan juga bisa make baju kaya gini," sambil nunjuk poto salah satu kliennya dia. Trus saya mikir, "hah? perasaan tadi gua ga nanya yang berhubungan dengan riaas penganten deh,"....Oalah...baru sadar....ternyata itu trik curhatnya dia...nah, ini yang ngingetin saya sama Ally McBeal...pas temen warianya Ally punya baju pengantin yang dia sendiri ragu akan pernah make itu sutu hari nanti....Pas saya tanya ke Mawar, dia punya lho keinginan untuk menemukan pujaan hatinya yang nerima keadaan dia apa adanya dan MENIKAH!!
Wah, saya aja yang udah jelas perempuan belom kepikiran sampe ke situ...Yah, dia bilang umurnya udah kepala 4 jadi pengen aja berkeluarga...tentunya posisinya sebagai istri...entah dia ingin jadi ibu atau tidak..sepertinya ingin dengan naluri keibuan dan keperempuanan yang dia punya...tapi sepertinya dia tau itu nggak mungkin secara biologis...Dan itu membuat saya bersyukur...saya terlahir dengan kondisi tubuh yang tidak meragukan...semua orang yang ngeliat saya telanjang pasti tau kalo saya perempuan...Walaupun banyak orang bilang saya nggak punya sisi feminin, saya nggak pernah merasa terperangkap dalam tubuh yang salah...atau seharusnya terlahir sebagai laki-laki...
Terkadang saya ngerasa simpatik sama orang2 transeksual sampai bela2in operasi, suntik hormon, atau apapun lah nama prosedurnya...seperti Dorce dan banyak orang lainnya.. Mereka mau berjuang demi menyuarakan "ini lho yang saya mau, ini lho yang seharusnya Tuhan kasih ke saya, ini lho jiwa saya". Baik yang dari perempuan ke laki-laki ato sebaliknya...Tapi saya lebih simpatik, bahkan kagum sama orang yang berusaha menyesuaikan diri mereka dengan keadaan tubuh yang sudah mereka terima sejak lahir...Alasannya bukan karena saya pikir dengan itu mereka berusaha menjadi normal...Apa batasan normal juga masih ngabur di otak saya...Sampe sekarang saya masih mikir kalo normal adalah suatu keadaan yang tercipta dan ditentukan oleh mayoritas...yang beda dari mayor kalo nggak dibilang aneh, abnormal, cacat...padahal siapa tau mereka cuma beda...Alasan saya simpatik ama orang yang tidak mau ngubah keadaan tubuh mereka adalah karena mereka harus berjuang lebih untuk merasa nyaman dengan tubuh mereka...berjuang dalam diam yang kadang lebih sulit dari perjuangan yang frontal...Mungkin saja mereka memang menggugat Tuhan diam2...Ada yang merasa seharusnya jadi perempuan dan bukannya pejantan...Atau seharusnya laki-laki tapi malah berpayudara...
Di atas semua itu, ada satu kata2 temen saya yang tiba2 keinget..."Life is a matter of choice"...Pilihan ingin ngubah diri kita yang sekarang atau nggak...Tapi terkadang saya pengen tahu sebenernya kalau udah ngubah sesuai keadaan mereka, berganti kelamin misalnya, puaskah mereka? seneng beneran nggak ya? ada satu kisah perubahan dari laki-laki ke perempuan, padahal sebelumnya dia udah punya istri (yang cantik, dianya juga ganteng) dan dua anak serta pekerjaan bagus di angkatan udara...Dia ngerasa bebas pas udah berubah jadi perempuan, tapi dia ngerasa sedih karena harus pisah ama keluarganya dan terkadang menangis malam2...karena katanya deep down inside, dia cinta sama istrinya...Dan itu menjadi penjara tersendiri bagi dia..Saat itu, dia harus memilih kebebasan dirinya atau cinta istrinya...pilihan kan?hidup itu emang pilihan...Dan yang harus dilakukan manusia hanyalah memutuskan...meski itu sulit...tapi kalau kita nggak memutuskan pada satu pilihan, waktu kita bisa kebuang banyak karena memikirkan pilihan2 yang ada....Yah, tapi sekali lagi, adalah pilihan kita mau memilih atau menggantungkan pilihan2 yang ada di depan mata kita....