alcove
welcome to my labyrinth..
ENJOY!!
another safehouse
the amateur
tY
female
the loves
Literary, Movies, Art, Photography, Music, Avant Garde, Something Called "freedom" and "time", Hujan, SENJA-SENJA-SENJA!, Ice cream, Coffe (not too sweet please..), Kevin Spacey, Tidur di bis, SOAD, Radiohead, Rock n Roll Mafia, Bjork, Sartre, Ke tempat asing sendirian sambil ngeliatin orang2 yang nggak kenal sama gwe, chasing the sunset in Jatinangor (maksudnya lari sore gitu...),Masuk keluar supermarket tanpa harus membeli apa-apa (it's fun! u should try it sometimes), ngayal, ngupil, dan....NYUCI!!!!hehe
the dislikes
hmmmmm, dont know :/
blog
Sunday, May 28, 2006
Agama+Sejarah+Kekuasaan=Doktrin
Tiba-tiba teringat 29.04.2006
Hampir senja.Sedang gerimis.Dua perempuan,saya dan kawan baik saya sedang berbincang, tentang agama.Mencoba sesederhana dan seringan yang kami bisa.Tak melebar.Tak bersifat mengkaji ke-Tuhan-an.Toh, kami berdua sadar, kami bukan sarjana teologi. Mahasiswa ilmu itu pun tidak. Tapi kami berdua juga sadar, tak perlu menjadi sarjana suatu ilmu tertentu untuk membahas permasalahan yang sudah ada ilmu tertentunya.Kami membahas agama dan kaitannya dengan sejarah.Kaitannya dengan kekuasaan.Sejarah dan kekuasaan, adalah hal-hal yang menuntun agama pada satu kata, doktrin.Agama menjadi doktrin tanpa manusia sadari. Semacam warisan dari orang tua, lingkungan, jika individu itu tidak mengkaji.Sebuah doktrin yang berkembang berkat campur tangan pihak-pihak yang dulunya berkuasa (amat kuat!). Sebuah doktrin yang akhirnya menjadi diktat sejarah campur tangan pihak-pihak yang berkuasa.Saya yang Islam mengambil contoh susunan Al Quran yang sekarang."Mengapa susunannya seperti itu?Mengapa surat pertama yang diterima Rasulullah tidak ditempatkan setelah Al Fathihah?Mengapa justru Alif-Lam-Mim yang berupa lambang/simbol justru mendapatkan posisi itu?" ucap saya.Ia, yang Kristen, mengambil contoh kekuatan gereja.Menyebutkan apa yang dibahas di Da Vinci Code tentang Natal sebagai sebuah seremoni untuk Kristus.Kelahiran Yesus tepatnya.Sepertinya, di agama dia dan agama saya ada kesepakatan-kesepakatan di masa lalu dari pihak-pihak yang berkuasa.Saya mencoba menyampaikan hasil diskusi bersama paman saya, bahwa susunan itu tercipta berkaitan dengan pihak yang berkuasa dan bertugas menyusun Al Quran saat itu.Saya berkata pada ia, diskusi saya dan paman saya belum berakhir. Saya dan paman saya masih mencoba membuat hipotesis mengapa pihak yang berkuasa saat itu menyusunnya seperti itu.Tentu ada alasan, yang saya dan paman saya yakini, rasional dan bertujuan.Ia berkata pada saya, kekuasaan gereja dan sebagian aturan di agama-agama tentang tata cara peribadatan dan aturan perilaku umat merupakan hasil kompromi pihak-pihak yang berkuasa.Pemuka-pemuka agama.Pemimpin-pemimpin agama.Juga pihak-pihak yang berdiri di tampuk-tampuk tinggi politik saat itu.Ada sesuatu yang langgeng dari kompromi itu.Suatu keterikatan khusus dan tertutup serta konspirasi rapi tingkat tinggi yang diwarisi dari satu generasi kekuasaan ke generasi berikutnya.Itu menurut kami.
Agama berarti A dan Gama.Gama itu kekacauan.A di depannya berarti tidak.Jadi fungsi agama adalah untuk menolak kekacauan.Supaya hidup manusia teratur.Dan siapa yang mengaturnya?Pihak-pihak yang berkuasa saat itu.Saat sejarah mulai disadari akan berpengaruh banyak pada hidup manusia.Itu menurut kami.
Kemudian....tidak persis, tp kira-kira begini dialog kami yang saya ingat :
Ia : Karena itu agama yang sekarang tidak sepenuhnya murni dari Tuhan.Harus ada pertimbangan bahwa karena agama sudah tua, sama tuanya dengan sejarah manusia dan hasrat kekuasaan manusia, agama sudah dicampuri andil mereka-mereka yang pernah, masih, dan mungkin akan berkuasa.
Saya : Makanya juga ada ketidaksepahaman antara pemuka-pemuka agama tentang aturan-aturan tertentu. Ada kaitannya dengan eksistensi juga sepertinya.Saat pendapat nya diakui benar, manusia cenderung merasa eksistensinya diakui, merasa berkuasa.Merasa ada, merasa nyata.Karena itu menurut gua jangan pernah bulat-bulat menelan aturan-aturan agama.Punya akal untuk dipergunakan kan?
Ia : Ya! Karena itu gua menjalani apa yang tidak terjelaskan dalam pasal-pasal agama dengan pemahaman gua yang menurut gua benar.Kalau tidak benar, setidaknya baik.Kalau ada orang bertanya agama gua apa, gua biasanya menjawab, "kristen, tapi kristen yang seperti saya, seperti ini."Dan tak ada salahnya lu menjawab seperti itu juga kalau orang-orang mulai mempersalahkan lu sebagai umat agama tertentu.Padahal mereka sendiri belum tentu benar, dan mengerti apa yang mereka lakukan.
Saya : Sip lah! Eh, tapi gua pengen bilang gini, meski gua tau lo pasti orang yang kaya gini, saat diskusi tentang agama, usahakan jadi orang yang tidak beragama ya..Maksudnya kalau membahas agama secara global tapi membawa paham masing-masing, biasanya ujung2nya nggak asik..Malah saling menyalahkan..
Ia : Ya iyalah! Gua juga tau..Gua juga males ama orang2 kaya gitu..Pikirannya udah digembok.Susah banget terbuka...
Dan kami berdua bergegas beranjak, dari perbincangan dan dari ruang kami berbincang. Ada rapat di ruang lain yang mesti kami berdua datangi..