alcove
welcome to my labyrinth..
ENJOY!!
another safehouse
the amateur
tY
female
the loves
Literary, Movies, Art, Photography, Music, Avant Garde, Something Called "freedom" and "time", Hujan, SENJA-SENJA-SENJA!, Ice cream, Coffe (not too sweet please..), Kevin Spacey, Tidur di bis, SOAD, Radiohead, Rock n Roll Mafia, Bjork, Sartre, Ke tempat asing sendirian sambil ngeliatin orang2 yang nggak kenal sama gwe, chasing the sunset in Jatinangor (maksudnya lari sore gitu...),Masuk keluar supermarket tanpa harus membeli apa-apa (it's fun! u should try it sometimes), ngayal, ngupil, dan....NYUCI!!!!hehe
the dislikes
hmmmmm, dont know :/
blog
Tuesday, December 06, 2005
Stereotip bunuh diri adalah kekecewaan, lari dari kenyataan, putus asa, konyol, tidak menghargai hidup, melanggar aturan Tuhan..yah...blablabla...
Tapi ada nggak ya orang yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena dia bahagia, merasa sudah menemukan arti hidup, mendapatkan segalanya, atau malah ingin cepat-cepat berjumpa dengan Tuhan; penciptanya yang mungkin dia cintai melebihi hidup...???
Bunuh diri...bagi gwe itu cuma satu dari sekian cabang eksistensi manusia..
Pembuktian kalo manusia bisa mengontrol dan memutuskan setelah dia menimbang suatu permasalahan...
Manusia mungkin nggak bisa menciptakan nyawanya sendiri...Adam tidak tercipta sendiri...Begitu juga Hawa...dan keturunannya...
Tapi setelah manusia ada, dia bisa memutuskan...punya banyak pilihan untuk dipertimbangkan....
Karena itu mungkin manusia tidak pernah puas, karena selalu muncul pilihan-pilihan, atau manusia sendiri yang memunculkan opsi-opsi...
Bisa jadi itu yang menjadikan derajat manusia lebih tinggi ketimbang ciptaan Tuhan yang lain, karena manusia diberi anugrah untuk memilih. Untuk bebas menentukan.
Walaupun gwe setuju dengan om Sartre, bahwa kebebasan manusia juga bentuk lain dari kutukan.Ya!manusia dikutuk untuk bebas.
Jadi inget buku Veronica Decides To Die nya Paulo Coelho...
Buku yang nggak sempet kebaca sampai abis karena numpang baca doang di toko buku trus diliatin ama penjaganya, hehehe.
Intinya, bunuh diri itu pilihan individunya...Tapi yang bisa menentukan orang bunuh diri itu masuk neraka atau nggak cuma Tuhan...Only God that can judge..
Cuma logis aja....siapa yang tahu sih kalo abis mati nyawa yang dipunyai manusia tuh kemana?
Gwe pribadi sih sepertinya lebih takut sama ketidaktahuan akan hal itu ketimbang sakit saat nyawa gwe keambil..
Vita brevis...hidup itu singkat...nikmatin aja, toh someday itu bakal kita tinggalin...Gwe percaya udah ada waktunya kapan kontrak kita abis, cuma cara nya aja yang ada campur tangan manusianya...Mau mati dalam keadaan apa?Yang siap beneran atau siap artifisial?