blog
Tuesday, December 06, 2005
"Apa itu cinta???"
Kalau ada orang yang menanyakan hal itu kepadaku, biasanya aku menjawab...
"Cinta itu mengalami"...Artinya, cinta itu hanya bisa dimaknai oleh orang-orang yang pernah mengalaminya..
Itu juga tertulis di Supernova pertama..
Benar bukan?
Kalau ada yang bertanya padaku bagaimana rasanya jatuh cinta atau pernahkan aku menjumpainya, aku akan balik bertanya "transedental?"...
Jika mereka menjawab bukan, anak kubalas dengan bisu.
Aku cinta Tuhan...itu transedental....
Dengan manusia yang kusapa Bapak dan Mama, itu juga transedental..
Berbeda dengan cinta anak manusia...laki-laki dan perempuan...cinta kaum Adam dan kaum Hawa..
Lalu bagaimana seseorang dapat pengetahuan soal cinta??
Pepatah bilang, "You know u're in love, when you're in love..."
Apakah manusia sudah mempunyai kognisi tentang cinta sejak mereka lahir??
Bagaimana bisa yakin dengan sesuatu yang belum pernah dijumpai?
Apakah cinta harus tahan lama, tak pernah hilang, selama-lamanya?
Lalu mengapa cinta mesti dikasta? Ada yang pertama kali, kedua kali, bersifat frekuentatif?
Ada cinta kilat, cinta sejati, cinta monyet, cinta mati, bahkan cinta palsu?
Apakah cinta mempunyai wajah-wajah yang tak terhingga banyaknya sehingga tiap orang mempunyai persepsi yang berbeda tentang dirinya??
Perbincanganku dengan seorang sahabat tentang cinta di suatu senja berakhir pada satu kesimpulan jawaban, cinta itu ialah sebuah kebutuhan manusia selama mereka di dunia...
"Karena dengan membutuhkan, hidupmu tak hampa, hidupmu bertujuan" katanya dengan wajah tertimpa kuningnya sinar mentari sore...
Aku kembali terdiam dan berpikir....berarti cinta ialah sesuatu yang ada di dunia namun harus kita cari...bukanlah sebuah karunia yang diperuntukkan Tuhan kepada manusia..
Adakah cinta adalah kodrat? Karena ia memang sudah ada didiri manusia sebenernya...
Analoginya seperti ini...Anggaplah setiap manusia adalah kerang mutiara yang sebenarnya sudah pasti bisa menghasilkan sebuah benda bulat berkilau...
Cairan pelapis mutiara ini tidak akan terpakai jika tak ada benda asing yang masuk untuk dibungkus cairan tersebut...Jika tidak ada benda asing yang masuk, maka mutiara itu tidak akan pernah jadi, bahkan mungkin si kerang tidak tahu kalau sebenarnya ia mampu menghasilkan sebuah benda yang sangat indah...
Benda asing itu adalah orang yang kita berharap bisa "lapisi" dengan cairan "cinta"..
Hmmpf...analogi yang norak....hehehe
Tapi marilah tertawa sebentar dan kembali menelaah pengertian cinta sebagai kodrat...
Jika cinta adalah kodrat, salah satu pertanyaan di atas akan terjawab...bahwa memang manusia telah memiliki kognisi tentang cinta sejak ia lahir...
Manusia bahkan tidak perlu mencari cinta...Yang perlu ia lakukan hanyalah menemukan seseorang yang berhasil menyentuh "bekal" cintanya..
Jika cinta itu kebutuhan, berarti cinta itu tak dimiliki manusia tapi dapat dicari manusia..
Dan orang sering salah mengartikan cinta sebagai kebutuhan menjadi, cinta berarti dibutuhkan oleh orang..
Tak jarang orang bersedia menerima pinangan seseorang karena orang itu mengatakan bahwa ia mencintainya dan melakukan hal-hal untuk membuktikannya..Dengan begitu manusia merasa dibutuhkan...merasa memiliki arti...memperjelas Eksistensi...
Hhhh...mengapa cinta begitu absurd jika sebenarnya itu memang dibutuhkan makhluk bernama manusia..?
Manusia terbiasa menamai segala sesuatu nya, bahkan perasaan-perasaan yang akhirnya dilabeli cinta..
Para pujangga berusaha menggambarkannya dengan berbagai pencitraan..
Para gibranis mengiyakan bahwa cinta itu agung nan megah...
Bagiku, cinta itu alien..
Pertanyaan "Percaya akan cinta?" bagiku terdengar senada dengan "Percaya UFO?"
Jawabnya pasti fifty-fifty...Antara percaya dan tidak
Aku tak bisa bilang percaya karena aku belum pernah merasakannya...
Aku juga tak bisa bilang tak percaya karena siapa tahu cinta itu memang ada...
Jadi...disinilah aku, mengekspektasi dan menantangnya...sementara aku takut untuk menemuinya...
Yang mana yang cinta, Keinginan untuk memiliki, atau kesadaran untuk membutuhkan?
Dapatkah ia dibendung?
Beberapa waktu yang lalu kukira aku jatuh cinta...tapi rasanya bukan...entah...aku percaya juga akan ungkapan bahwa manusia akan tahu itu cinta saat ia merasakannya...meskipun di kemudian hari ia menyesal karena cinta itu juga bertaring dan menggigit serta mencabik...
Aku sadar cinta di tulisan ini hanya akan berujung tanya tanpa konklusi dan melulu berwarna wacana..
Tapi aku akan terus bertanya
Sampai aku bisa menjawabnya dengan mengatakan "Karena aku mengalaminya"...